15 June 2026
"Bukan sekadar ujian, tetapi momentum untuk membuktikan kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menghafal Kalamullah."Pada tanggal 2 Juni 2026, Madrasah Madinah Qur'an melaksanakan kegiatan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pendidikan madrasah sebagai sarana untuk mengukur capaian belajar santri selama satu semester. Dengan penuh semangat dan tanggung jawab, para santri mengikuti setiap rangkaian asesmen sebagai bentuk ikhtiar dalam meraih hasil terbaik.ASAS bukan hanya menjadi alat evaluasi akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, santri dilatih untuk bersikap jujur, disiplin, teliti, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar yang telah mereka jalani. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan yang diterapkan di Madrasah Madinah Qur'an, yakni pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga akhlak mulia.Suasana asesmen berlangsung dengan tertib dan kondusif. Para santri tampak serius mengerjakan soal demi soal yang telah dipersiapkan oleh para guru. Sebelum memulai kegiatan, mereka diajak untuk berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan kemudahan serta keberkahan dalam menuntut ilmu. Hal ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya karena kecerdasan, tetapi juga karena pertolongan dan ridha Allah SWT.Di balik setiap lembar jawaban yang ditulis, terdapat perjuangan panjang berupa belajar, murojaah, menghafal, dan memahami pelajaran yang telah ditempuh selama satu semester. Oleh karena itu, ASAS menjadi momen bagi setiap santri untuk menunjukkan hasil dari usaha yang telah mereka lakukan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi evaluasi bersama bagi guru dan lembaga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang.Semoga pelaksanaan ASAS Genap Madrasah Madinah Qur'an tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan keberkahan bagi seluruh civitas madrasah. Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi cahaya yang menerangi kehidupan para santri, menambah kedekatan mereka kepada Allah SWT, serta menjadi bekal untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat. Karena sejatinya, pendidikan terbaik adalah pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan mencintai Al-Qur'an.#ASASGenap2026 #MadrasahMadinahQuran #SantriBerprestasi #GenerasiQurani #BelajarKarenaAllah #MadinahQuran #PendidikanIslam #SantriHebat #MenuntutIlmu #CintaAlQuran #SemangatBelajar #SantriMasaKini #MadrasahHebatBermartabat #PesantrenTahfizh #Sukabumi
5 June 2026
Pada tanggal 26 Mei 2026, Pondok Pesantren Madinah Qur'an menggelar kegiatan LITMAQU (Literasi Madinah Qur'an) dengan tema "Cerdas Ber-Literasi, Mulia dengan Al-Qur'an" melalui Berkarya dan Berekspresi dengan Puisi. Kegiatan ini menjadi sejarah baru bagi Madinah Qur'an sebagai program literasi pertama yang secara khusus mendorong santri untuk mengembangkan kemampuan menulis dan mengekspresikan ide melalui karya sastra. Dengan semangat literasi yang dipadukan dengan nilai-nilai Al-Qur'an, para santri diajak untuk menjadikan tulisan sebagai sarana dakwah, refleksi, dan pengembangan diri.LITMAQU kali ini mengangkat puisi sebagai media berkarya dan berekspresi. Menariknya, seluruh proses pembelajaran hingga penyusunan karya dilakukan hanya dalam waktu 6 jam pembelajaran atau 6 kali pertemuan di kelas. Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, para santri mempelajari unsur-unsur puisi, teknik memilih diksi, menentukan tema, hingga menyusun puisi yang utuh dan bermakna. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa semangat belajar dan kreativitas santri Madinah Qur'an mampu berkembang dengan baik ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk berkarya.Sepanjang kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka menuangkan berbagai gagasan dan pengalaman ke dalam bait-bait puisi yang indah. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari kecintaan kepada Al-Qur'an, perjuangan menuntut ilmu, pengorbanan orang tua, persahabatan, hingga cita-cita masa depan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk menyampaikan pesan dan nilai kehidupan dengan cara yang kreatif, santun, dan penuh makna.Program LITMAQU memberikan banyak manfaat bagi para santri. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, memperkaya kosakata, mengembangkan kreativitas, serta membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan. Lebih dari itu, para santri belajar bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi orang lain dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.Sebagai kegiatan literasi perdana di Madinah Qur'an, LITMAQU 2026 menjadi langkah awal yang berharga dalam membangun budaya literasi di lingkungan pesantren. Diharapkan program ini dapat terus berkembang dan melahirkan generasi Qur'ani yang cerdas dalam berpikir, terampil dalam berkarya, serta mulia dalam akhlak. Melalui semangat "Cerdas Ber-Literasi, Mulia dengan Al-Qur'an", Madinah Qur'an berkomitmen untuk mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya dan tulisan yang menginspirasi.
5 June 2026
Pada Kamis, 28 Mei 2026, Pondok Pesantren Madinah Qur'an melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan yang melibatkan santri, asatidz, warga sekitar, serta para tokoh masyarakat. Pelaksanaan qurban menjadi momentum untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimassalam sekaligus mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat.Pada tahun ini, Madinah Qur'an menyembelih sebanyak 5 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Salah satu sapi memiliki bobot sekitar 750 kilogram, sedangkan empat sapi lainnya masing-masing berbobot sekitar 250 kilogram. Seluruh hewan qurban telah dipersiapkan dengan baik dan disembelih sesuai syariat Islam. Proses penyembelihan hingga pengemasan daging dilakukan secara gotong royong oleh panitia, santri, dan masyarakat yang turut hadir membantu jalannya kegiatan.Kegiatan qurban tidak hanya menjadi ibadah yang bernilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi para santri. Mereka belajar tentang makna pengorbanan, keikhlasan, tanggung jawab, serta pentingnya bekerja sama dalam melayani umat. Sejak pagi hari, para santri terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari persiapan lokasi, pendataan penerima manfaat, hingga proses distribusi daging qurban kepada masyarakat.Kehadiran para tokoh masyarakat dan partisipasi aktif warga sekitar turut menambah semarak pelaksanaan qurban tahun ini. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Kerja sama yang terjalin antara pesantren dan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai qurban tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penyembelihan hewan, tetapi juga dalam semangat berbagi dan saling membantu.Manfaat dari kegiatan qurban ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitar pesantren. Daging qurban didistribusikan kepada warga yang membutuhkan sehingga dapat menambah kebahagiaan mereka dalam merayakan Idul Adha. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Madinah Qur'an berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi dan keberkahan bagi lingkungan sekitar, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial yang semakin kuat di tengah masyarakat.
8 May 2026
Suasana malam Jumat di Madrasah Madinah Qur’an selalu terasa lebih tenang dan penuh keberkahan dengan adanya kegiatan rutin membaca Surat Al-Kahfi secara berjamaah. Kegiatan ini menjadi salah satu amalan yang terus dijaga oleh para santri dan asatidz sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan lantunan ayat-ayat suci yang dibaca bersama-sama, lingkungan madrasah dipenuhi suasana religius yang menyejukkan hati. Kegiatan membaca Surat Al-Kahfi dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat dan diikuti oleh seluruh santri dengan penuh kekhusyukan. Sebelum pembacaan dimulai, para santri berkumpul bersama di tempat yang telah ditentukan dengan tertib dan penuh semangat. Kebersamaan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an tersebut menjadi momen yang tidak hanya memperkuat hubungan spiritual kepada Allah Swt., tetapi juga mempererat ukhuwah antarsantri di lingkungan Madinah Qur’an. Membaca Surat Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, Madrasah Madinah Qur’an menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan karakter islami dan pembiasaan amal saleh bagi para santri. Dengan rutinitas tersebut, para santri diharapkan semakin mencintai Al-Qur’an dan terbiasa menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Selain menghadirkan suasana yang penuh ketenangan, kegiatan ini juga menjadi sarana melatih bacaan Al-Qur’an para santri agar semakin baik dan tartil. Para asatidz turut membimbing dan memperhatikan bacaan santri sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh adab. Momen kebersamaan seperti ini menjadi salah satu ciri khas kehidupan pesantren yang tidak hanya mendidik ilmu, tetapi juga membentuk hati dan akhlak para santri. Melalui kegiatan rutin membaca Surat Al-Kahfi berjamaah, Madrasah Madinah Qur’an berharap dapat terus menanamkan semangat cinta Al-Qur’an kepada seluruh santri. Semoga kebiasaan baik ini menjadi wasilah turunnya keberkahan, ketenangan hati, serta lahirnya generasi Qur’ani yang senantiasa menjaga hubungan dengan Allah Swt. melalui ayat-ayat suci Al-Qur’an.
27 April 2026
Kegiatan tasmi’ Al-Qur’an kembali dilaksanakan oleh para santri Madrasah Madinah Qur’an dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang kuat dalam hafalan, baik dari sisi kelancaran, ketepatan bacaan, maupun adab terhadap Al-Qur’an. Suasana tasmi’ berlangsung dengan penuh ketenangan, sementara para santri menyetorkan hafalan mereka di hadapan para asatidz dan teman-teman sesama santri. Tasmi’ bukan sekadar kegiatan memperdengarkan hafalan, tetapi juga menjadi sarana melatih mental, kepercayaan diri, serta tanggung jawab para santri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Dalam kegiatan tersebut, para santri diuji untuk membaca hafalan secara tartil dan lancar tanpa melihat mushaf. Kesungguhan dan perjuangan para santri terlihat jelas dari semangat mereka dalam mempersiapkan hafalan terbaik sebagai bentuk kecintaan terhadap Kalamullah. Melalui program tasmi’, Madrasah Madinah Qur’an terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam bidang tahfiz Al-Qur’an. Para asatidz senantiasa mendampingi dan membimbing santri agar tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami pentingnya menjaga hafalan dengan murajaah yang istiqamah. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan Qur’ani yang disiplin dan berkualitas. Kegiatan tasmi’ juga menghadirkan suasana saling memotivasi antarsantri. Ketika salah satu santri memperdengarkan hafalannya dengan baik, santri lain ikut terdorong untuk lebih semangat dalam menghafal dan memperbaiki bacaan. Kebersamaan dan semangat positif inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya cinta Al-Qur’an di lingkungan Madinah Qur’an. Setiap proses yang dijalani menjadi bagian penting dalam membentuk karakter santri yang sabar, disiplin, dan istiqamah. Dengan adanya kegiatan tasmi’ yang rutin dilaksanakan, Madrasah Madinah Qur’an berharap dapat terus melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu membawa keberkahan bagi umat. Program ini menjadi bukti nyata bahwa Madinah Qur’an tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga berkomitmen mencetak generasi unggul yang dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup sehari-hari.
22 April 2026
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan pesantren, Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an melaksanakan kegiatan studi banding ke Pesantren Al-Bassam pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah positif dalam memperluas wawasan serta mempererat ukhuwah antarlembaga pendidikan Islam. Rombongan dari Madinah Qur’an disambut dengan hangat oleh pihak Pesantren Al-Bassam dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat berbagi pengalaman. Kegiatan studi banding ini diikuti oleh jajaran pengurus, para asatidz, serta perwakilan santri Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung sistem pembelajaran, program tahfiz, kedisiplinan santri, hingga manajemen pendidikan yang diterapkan di Pesantren Al-Bassam. Suasana diskusi berlangsung dengan penuh antusias karena kedua lembaga memiliki visi yang sama dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia. Bagi Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an, kegiatan ini menjadi momen penting untuk terus berkembang dan melakukan evaluasi demi meningkatkan mutu pendidikan. Semangat belajar dan keterbukaan dalam menerima pengalaman baru menunjukkan bahwa Madinah Qur’an memiliki komitmen kuat untuk terus maju menjadi pesantren yang berkualitas. Tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an, Madinah Qur’an juga terus berupaya membangun sistem pendidikan yang disiplin, modern, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Selain menjadi sarana belajar, studi banding ini juga mempererat hubungan silaturahmi antara kedua pesantren. Para santri dan asatidz terlihat aktif berdiskusi serta saling berbagi pengalaman dalam menjalankan kegiatan pendidikan sehari-hari. Momen tersebut memberikan banyak inspirasi dan motivasi baru bagi keluarga besar Madinah Qur’an untuk terus semangat dalam mendidik generasi penerus umat yang cinta Al-Qur’an dan memiliki karakter islami yang kuat. Melalui kegiatan studi banding ini, Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan bagi para santri. Semoga pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama kunjungan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan Madinah Qur’an sebagai pesantren tahfiz yang unggul, terpercaya, dan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
18 April 2026
Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti lingkungan Madrasah Madinah Qur’an ketika pembina yayasan, H. Dedi Harjanto, hadir memberikan motivasi kepada para santri. Kehadiran beliau menjadi momen yang sangat berharga bagi seluruh santri karena nasihat dan arahan yang disampaikan mampu membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh perhatian, para santri tampak antusias menyimak setiap pesan yang diberikan. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa menjadi santri adalah sebuah kemuliaan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Kesempatan untuk belajar ilmu agama, menghafal Al-Qur’an, serta memperbaiki akhlak merupakan nikmat besar yang harus disyukuri. Beliau juga mengajak para santri agar tetap istiqamah dalam belajar meskipun menghadapi berbagai tantangan dan rasa lelah selama proses pendidikan. Menurutnya, perjuangan seorang santri hari ini akan menjadi jalan keberkahan bagi masa depan dirinya dan keluarganya. Tidak hanya memberikan motivasi tentang semangat belajar, H. Dedi Harjanto juga menanamkan pentingnya menjaga adab kepada guru, orang tua, dan sesama teman. Beliau menegaskan bahwa ilmu akan lebih mudah masuk ke dalam hati apabila seorang santri memiliki akhlak yang baik dan sikap hormat kepada para pengajar. Nasihat tersebut disampaikan dengan penuh ketulusan sehingga mampu menyentuh hati para santri yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan motivasi ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Para santri terlihat sangat bersemangat dan merasa termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak sedikit santri yang merasa tersentuh dengan pesan-pesan yang diberikan, terutama tentang pentingnya kesungguhan dalam menjaga Al-Qur’an dan membanggakan kedua orang tua melalui perjuangan menuntut ilmu di Madinah Qur’an. Melalui kegiatan ini, Yayasan Madinah Qur’an berharap seluruh santri semakin memiliki semangat tinggi dalam belajar, memperkuat hafalan, dan menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi yang diberikan menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang santri bukan sekadar mencari ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mempersiapkan diri menjadi generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
11 April 2026
Kegiatan pembelajaran di MA Madinah Qur’an kembali berjalan dengan penuh semangat setelah masa liburan Idulfitri 2026 berakhir. Para santri kembali hadir di lingkungan madrasah dengan membawa semangat baru untuk melanjutkan proses belajar dan menghafal Al-Qur’an. Suasana kelas tampak lebih hidup dengan hadirnya kembali aktivitas belajar mengajar yang berlangsung tertib, aktif, dan penuh antusiasme. Momentum setelah Idulfitri menjadi kesempatan bagi para santri untuk memulai kembali perjalanan menuntut ilmu dengan hati yang lebih bersih dan semangat yang lebih kuat. Pada awal kegiatan pembelajaran, para asatidz memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh santri agar tetap menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Ramadan. Pembelajaran diawali dengan doa bersama dan saling bersalaman sebagai bentuk mempererat ukhuwah Islamiyah antara guru dan santri. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa di setiap ruang kelas sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Dalam proses pembelajaran, para santri MA Madinah Qur’an mengikuti berbagai mata pelajaran dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada pelajaran umum, tetapi juga pembinaan diniyah, tahfiz Al-Qur’an, dan penguatan adab Islami. Para guru berusaha menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif agar santri lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Hal tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih aktif dan mendorong para santri untuk semakin giat dalam belajar. Selain kegiatan akademik, kebersamaan antarsantri juga semakin terasa setelah kembali dari liburan. Para santri saling berbagi pengalaman dan cerita selama berada di rumah bersama keluarga. Kehangatan tersebut menghadirkan semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan madrasah. Interaksi yang baik antara santri dan guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman. Dengan dimulainya kembali kegiatan pembelajaran pasca liburan Idulfitri 2026, MA Madinah Qur’an berharap seluruh santri dapat terus meningkatkan semangat belajar, memperbaiki akhlak, serta menjaga kedisiplinan dalam menuntut ilmu. Semoga setiap proses pembelajaran yang dijalani menjadi jalan lahirnya generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat di masa yang akan datang.
11 April 2026
Santri Madrasah Madinah Qur’an kembali menunjukkan kiprahnya di tengah masyarakat melalui partisipasi dalam acara Walimah Safar keberangkatan haji Abuya KH M. Zainal Arifin. Dalam kegiatan tersebut, Tim Hadroh Al-Abror yang terdiri dari para santri MQ turut hadir memeriahkan acara dengan lantunan selawat dan penampilan hadroh yang penuh semangat. Kehadiran para santri menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui seni islami yang menyejukkan hati. Acara walimah safar berlangsung dengan khidmat dan penuh doa harapan agar perjalanan ibadah haji diberikan kelancaran serta keberkahan. Di tengah suasana tersebut, penampilan Tim Hadroh Al-Abror berhasil menghadirkan nuansa religius yang semakin menghidupkan acara. Lantunan selawat yang dibawakan para santri membuat suasana terasa lebih hangat, sekaligus mengajak para tamu untuk bersama-sama mengingat dan mencintai Rasulullah ﷺ. Keterlibatan santri dalam kegiatan masyarakat menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter yang terus dibangun di Madrasah Madinah Qur’an. Para santri tidak hanya dibina dalam bidang akademik dan tahfiz Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan agar mampu hadir dan memberikan manfaat di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, para santri belajar tentang adab bermasyarakat, kerja sama, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga nama baik lembaga dan guru. Tim Hadroh Al-Abror sendiri merupakan salah satu wadah pengembangan bakat santri dalam bidang seni islami. Dengan bimbingan para asatidz, para santri terus berlatih agar mampu menampilkan hadroh yang baik, tertib, dan bernilai dakwah. Penampilan mereka dalam acara walimah safar ini menjadi bukti bahwa santri dapat berkontribusi secara positif di tengah masyarakat melalui kreativitas yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan tersebut, Madrasah Madinah Qur’an berharap para santri semakin percaya diri dalam berdakwah dan berinteraksi dengan masyarakat. Kiprah santri di berbagai kegiatan keagamaan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam ilmu dan hafalan, tetapi juga aktif memberikan manfaat bagi umat. Semoga semangat pengabdian dan kebersamaan ini terus tumbuh dan menjadi keberkahan bagi seluruh keluarga besar Madinah Qur’an.
10 April 2026
Setelah menjalani masa liburan Idulfitri 2026, kegiatan pembelajaran di MTs Madinah Qur’an kembali berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para santri hadir ke madrasah dengan wajah ceria serta semangat baru untuk melanjutkan proses menuntut ilmu. Suasana kelas kembali hidup dengan aktivitas belajar mengajar yang tertib, hangat, dan penuh keberkahan. Momentum setelah Idulfitri ini menjadi awal yang baik bagi para santri untuk meningkatkan semangat belajar serta memperbaiki kedisiplinan dalam menuntut ilmu. Pada hari pertama masuk, para asatidz menyambut para santri dengan penuh kehangatan dan nasihat yang menyejukkan hati. Kegiatan pembelajaran diawali dengan doa bersama serta saling bersalaman sebagai bentuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan madrasah. Para guru juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah dan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Ramadan agar tetap istiqamah dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan aktif dan menyenangkan. Para santri mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian, mulai dari pelajaran umum hingga pembelajaran Al-Qur’an dan diniyah. Interaksi antara guru dan santri terlihat begitu harmonis sehingga menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Tidak sedikit santri yang tampak semakin termotivasi untuk memperbaiki hafalan, meningkatkan pemahaman pelajaran, serta menjadi pribadi yang lebih disiplin setelah melewati momentum Ramadan dan Idulfitri. Selain kegiatan belajar mengajar, suasana kebersamaan juga sangat terasa di lingkungan MTs Madinah Qur’an. Para santri saling berbagi cerita pengalaman selama liburan bersama keluarga di rumah masing-masing. Keceriaan dan kebersamaan tersebut menambah semangat baru dalam menjalani aktivitas di madrasah. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, adab, dan ukhuwah antarsantri. Dengan dimulainya kembali kegiatan pembelajaran setelah liburan Idulfitri 2026, MTs Madinah Qur’an berharap seluruh santri semakin semangat dalam menuntut ilmu dan menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Semoga suasana belajar yang penuh semangat, nyaman, dan islami ini terus memberikan keberkahan serta melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
25 March 2026
Menjelang perpulangan liburan Idulfitri 2026, suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kuat di lingkungan Madrasah Madinah Qur’an. Para santri memanfaatkan momen terakhir sebelum pulang ke rumah masing-masing dengan berkumpul bersama para asatidz untuk mempererat ukhuwah dan saling berbagi nasihat. Kebersamaan tersebut menjadi kenangan indah yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga memperkuat hubungan antara guru dan santri dalam bingkai keluarga besar Madinah Qur’an. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad Luthfil Halim memberikan banyak pesan berharga kepada para santri agar senantiasa menjaga akhlak, ibadah, dan adab ketika berada di rumah selama masa liburan. Beliau mengingatkan bahwa seorang santri tidak hanya membawa nama baik dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik orang tua, guru, dan lembaga tempatnya menuntut ilmu. Nasihat tersebut disampaikan dengan penuh kelembutan sehingga menyentuh hati para santri yang hadir. Sementara itu, Ustadz Enjang Fakhrurozi mengajak para santri untuk tetap menjaga hafalan Al-Qur’an dan membiasakan diri mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat. Beliau menekankan bahwa liburan bukan alasan untuk lalai dari murajaah dan ibadah. Dengan suasana santai namun penuh makna, para santri tampak antusias mendengarkan arahan dan motivasi yang diberikan sebelum mereka kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Momen kebersamaan tersebut juga diisi dengan saling bersalaman, berbincang hangat, serta doa bersama agar seluruh santri diberikan keselamatan selama perjalanan dan keberkahan dalam menjalani liburan Idulfitri. Tawa dan senyum para santri menghiasi setiap sudut lingkungan madrasah, menciptakan suasana haru sekaligus bahagia. Kebersamaan sederhana seperti inilah yang menjadi bagian penting dalam pendidikan di Madinah Qur’an, yaitu membangun kedekatan hati antara guru dan murid. Perpulangan liburan Idulfitri 2026 bukan sekadar momen pulang ke rumah, tetapi juga menjadi waktu untuk membawa pulang nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari di madrasah. Semoga kebersamaan yang terjalin antara para santri dengan para asatidz menjadi wasilah tumbuhnya semangat dalam menuntut ilmu, menjaga Al-Qur’an, serta memperkuat adab dan akhlak mulia di mana pun berada. Madrasah Madinah Qur’an terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada ilmu, tetapi juga pada pembinaan hati dan karakter islami.
11 February 2026
Telah dilaksanakan kegiatanTasmi’ 30 Juz Al-Qur’anoleh anandaAhmad Aziz Syahrezasebagai salah satu bentuk evaluasi dan syiar dalam program Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 11 Februari 2026, dengan tujuan menguji kelancaran hafalan, ketepatan bacaan, serta kesiapan peserta dalam mempertahankan hafalan secara menyeluruh. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang bertempat di Ruang Da’wah Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Halim menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Tasmi’ ini serta berharap ke depannya akan lahir lebih banyak santri Madinah Qur’an yang mampu melaksanakan Tasmi’ 30 Juz Al-Qur’an. Pelaksanaan Tasmi’ 30 Juz berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta dihadiri oleh para asatiz dan santri Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Selama kegiatan berlangsung, ananda Ahmad Aziz Syahreza mampu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil, fasih, dan penuh ketenangan. Selain sebagai sarana evaluasi akademik dan pembinaan mental spiritual di lingkungan pesantren tahfizh, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui media sosial resmi Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an sebagai bentuk transparansi, dokumentasi, serta syiar dakwah kepada masyarakat luas. Sebagai penutup rangkaian acara, kegiatan Tasmi’ 30 Juz Al-Qur’an ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Enjang. Dengan terlaksananya kegiatan ini, pihak pesantren tahfizh menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada ananda Ahmad Aziz Syahreza, semoga hafalannya senantiasa terjaga dan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, serta umat.
5 February 2026
Telah dilaksanakan kegiatan“English Lesson”yang disampaikan oleh Buya KH Muhammad Zainal Arifin, Lc., M.A., selaku Pembina dan Pendiri Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan santri di lingkungan pesantren tahfizh dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Kegiatan “English Lesson” ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris santri, baik secara lisan maupun tulisan. Melalui pembelajaran ini, para santri diharapkan mampu memahami dasar-dasar komunikasi internasional tanpa meninggalkan jati diri sebagai penghafal Al-Qur’an. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan edukatif. Buya KH Muhammad Zainal Arifin, Lc., M.A. menyampaikan materi dengan metode komunikatif yang disesuaikan dengan karakter santri pesantren tahfizh, sehingga materi dapat dipahami dengan baik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai sarana peningkatan keterampilan bahasa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi pesantren tahfizh dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa asing sebagai bekal dakwah di tingkat nasional maupun internasional. Dengan terlaksananya kegiatan “English Lesson” ini, pihak Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an berharap para santri semakin termotivasi untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.
4 January 2026
Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an melaksanakan kegiatanLSP (Life Skill Project)sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan santri. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2026 dan menjadi salah satu upaya pesantren dalam membekali santri dengan kemampuan praktis yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan LSP berlangsung di lingkungan Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an, Sukabumi, Jawa Barat dengan melibatkan seluruh santri secara aktif. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk belajar mandiri, bekerja sama dalam tim, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Dalam pelaksanaannya, kegiatan LSP dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas menjual makanan, sedangkan tim kedua fokus menjual minuman. Pembagian ini bertujuan untuk melatih santri dalam memahami dasar-dasar kewirausahaan, mulai dari persiapan produk, strategi penjualan, hingga pelayanan kepada konsumen. Selain melatih keterampilan wirausaha, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kreativitas. Hal ini sejalan dengan visi Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang kuat. Dengan terlaksananya kegiatan LSP (Life Skill Project) ini, Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an berharap para santri semakin siap menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pesantren dalam mengembangkan potensi santri secara holistik di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.
6 December 2025
Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an melaksanakan kegiatanAsesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjilperdana sebagai bagian dari evaluasi akademik santri. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, dan menjadi momentum penting bagi pesantren dalam mengukur capaian pembelajaran santri selama satu semester. Pelaksanaan ASAS Ganjil ini diikuti oleh seluruh santri dengan penuh kesungguhan dan kedisiplinan. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif di lingkungan Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an yang berlokasi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. ASAS Ganjil bertujuan untuk menilai pemahaman santri terhadap materi pelajaran, baik bidang keagamaan maupun umum. Melalui kegiatan ini, pihak pesantren tahfizh dapat mengetahui perkembangan akademik santri serta merancang program pembinaan yang lebih efektif ke depannya. Selain sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga melatih santri dalam menumbuhkan sikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi pesantren dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan Al-Qur’an. Dengan terlaksananya ASAS Ganjil perdana ini, Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an Sukabumi, Jawa Barat berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan sistem evaluasi. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mewujudkan pesantren tahfizh yang unggul dan terpercaya di bidang pendidikan Qur’ani.
1 December 2025
A. Persyaratan UmumCalon santri merupakan yatim (ayah telah meninggal dunia) atau dhuafa (berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi).Berusia sesuai jenjang yang dibuka oleh pesantren pada tahun pendaftaran.Sehat jasmani dan rohani serta siap mengikuti seluruh kegiatan pesantren.Memiliki minat yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an dan mengikuti pendidikan pesantren secara penuh.Bersedia menaati seluruh peraturan yang berlaku di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an.B. Persyaratan AdministratifMengisi formulir pendaftaran beasiswa yang disediakan oleh pesantren.Melampirkan fotokopi akta kelahiran dan kartu keluarga.Menyertakan surat keterangan yatim dari pihak berwenang (kelurahan/desa) atau surat keterangan tidak mampu/dhuafa yang sah.Menyertakan pas foto terbaru sesuai ketentuan ukuran yang ditetapkan.Melampirkan fotokopi rapor terakhir atau bukti prestasi belajar (jika ada).C. Mekanisme SeleksiCalon penerima beasiswa mengikuti seleksi administrasi oleh tim verifikator pesantren.Calon santri wajib menjalani wawancara untuk mengukur motivasi, komitmen, dan kesiapan belajar.Apabila diperlukan, pesantren dapat melakukan survei atau verifikasi langsung ke rumah calon penerima beasiswa.Keputusan penerimaan beasiswa sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pesantren dan bersifat final.D. Hak Penerima BeasiswaMendapatkan keringanan biaya pendidikan sesuai ketentuan beasiswa yang berlaku—baik sebagian maupun penuh.Mendapatkan fasilitas pembelajaran, bimbingan tahfiz, dan layanan pesantren sebagaimana santri reguler.Mendapatkan pendampingan khusus untuk mendukung perkembangan akademis, spiritual, dan akhlak.E. Kewajiban Penerima BeasiswaMengikuti seluruh kegiatan pesantren, baik akademis maupun nonakademis, dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.Menjaga akhlak, adab, dan ketertiban selama berada di lingkungan pesantren.Berkomitmen menjaga hafalan Al-Qur’an dan mencapai target yang telah ditentukan.Mengikuti evaluasi berkala sebagai bagian dari pemantauan perkembangan santri.Jika melanggar ketentuan atau tidak menunjukkan komitmen yang memadai, beasiswa dapat dievaluasi atau dicabut sesuai kebijakan pesantren.
1 December 2025
Kurikulum di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an disusun dengan mengombinasikan Kurikulum Kementerian Agama (Kemenag) dan kurikulum khas Pesantren Tahfizh secara selaras dan penuh kearifan. Perpaduan ini bertujuan membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan akademis yang relevan dengan perkembangan pendidikan nasional. Dengan pendekatan integratif, pesantren memastikan setiap santri memperoleh pengalaman belajar yang seimbang dan bermakna. Kurikulum Kemenag menjadi dasar dalam pembelajaran umum dan diniyah yang terstruktur. Melalui mata pelajaran seperti aqidah akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, serta berbagai pelajaran umum lainnya, santri dibimbing untuk memahami ilmu pengetahuan secara komprehensif. Kurikulum ini diterapkan sesuai standar nasional agar santri siap menghadapi ujian formal dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di sisi lain, kurikulum tahfizh menjadi identitas utama Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Program tahfizh dilaksanakan melalui setoran harian, murojaah terjadwal, dan evaluasi berkala yang dipandu oleh para ustadz berpengalaman. Metode menghafal diterapkan dengan pendekatan yang lembut, bertahap, dan penuh kearifan, sehingga santri mampu menghafal Al-Qur’an dengan benar, lancar, dan penuh kecintaan terhadap Kalamullah. Kedua kurikulum tersebut dipadukan dalam proses pembelajaran yang harmonis dan saling melengkapi. Kegiatan belajar tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai moral, kedisiplinan, adab, dan karakter kepemimpinan. Dengan demikian, santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. Secara keseluruhan, kombinasi kurikulum Kemenag dan kurikulum tahfizh di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an dirancang untuk mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Penggabungan ini menjadi komitmen pesantren untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman. Harapannya, setiap santri tumbuh menjadi pribadi yang seimbang antara ilmu, amal, dan akhlak mulia.
20 November 2025
“Membentuk Pemimpin Berkarakter, Berjiwa Qur’ani.” Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) 2025 di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan karakter unggul pada diri para santri. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu berperan sebagai pemimpin yang berintegritas. Dengan mengusung semangat kebersamaan, LDKS tahun ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang matang. Pelaksanaan LDKS 2025 berfokus pada penguatan karakter melalui berbagai materi dan praktik kepemimpinan. Para santri mendapatkan pembinaan mengenai manajemen diri, komunikasi efektif, kerja sama tim, serta penyelesaian masalah. Materi tersebut disampaikan secara sistematis agar santri mampu memahami peran penting seorang pemimpin dalam lingkungan pesantren maupun masyarakat. Selain materi kelas, LDKS juga diisi dengan kegiatan praktik seperti simulasi kepemimpinan, diskusi kelompok, dan permainan edukatif yang menekankan aspek kebersamaan. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani mengambil keputusan, mengatur strategi, serta berkomunikasi dengan baik dalam kelompok. Pendekatan praktik ini membantu santri menerapkan teori kepemimpinan secara langsung, sehingga kemampuan mereka berkembang secara lebih optimal. Antusiasme para santri terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi, baik saat menerima materi maupun saat terlibat dalam praktik lapangan. Interaksi positif antar-santri menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan efektif dan penuh semangat. LDKS 2025 di Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an diharapkan menjadi bekal penting bagi para santri dalam membangun karakter kepemimpinan yang kuat dan berakhlak. Dengan kemampuan yang terus diasah, para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap memimpin di berbagai bidang. Kegiatan ini menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam sikap dan kepemimpinan.
22 October 2025
Hari Santri Nasional 2025 kembali menjadi momentum penting bagi Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an dalam memperkuat karakter dan kompetensi para santri. Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan santri dalam sejarah bangsa, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri sesuai tuntutan zaman. Semangat keikhlasan, kedisiplinan, dan keteguhan menjadi nilai utama yang diangkat dalam perayaan tahun ini. Pada peringatan tahun ini, Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an mengadakan kegiatan khusus berupa pelatihan pidato dan keterampilan public speaking yang biasa disebut “Darsul Khitobah”. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan kemampuan berbicara di depan umum secara percaya diri, tertata, dan beretika. Pembiasaan ini menjadi penting mengingat santri adalah calon pemimpin umat yang diharapkan mampu menyampaikan dakwah serta pesan kebaikan secara efektif. Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui sesi praktik pidato, pembinaan intonasi, serta simulasi berbicara di hadapan audiens. Para ustadz memberikan bimbingan langsung dengan pendekatan yang komunikatif dan membangun, sehingga santri dapat mengenali potensi diri sekaligus memperbaiki kekurangan. Selain itu, santri diajak untuk menguasai teknik dasar public speaking, seperti pengaturan suara, kontak mata, dan penggunaan bahasa tubuh. Antusiasme santri terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti Darsul Khitobah. Para santri menunjukkan keberanian untuk tampil, berlatih artikulasi, dan meningkatkan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan meyakinkan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyusun gagasan. Peringatan Hari Santri Nasional 2025 ini diharapkan menjadi tonggak pengembangan kualitas santri Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Dengan bekal kemampuan public speaking yang baik, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang siap berdakwah, memimpin, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam menyampaikan kebenaran dengan
24 August 2025
Sukabumi, Ahad 24 Agustus 2025 --- Madrasah Madinah Qur’an menggelar Workshop Kelembagaan sebagai langkah Pengembangan Kurikulum dan Manajemen Pendidikan Madrasah dan Kepesantrenan. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh, Ahad 24 Agusutus 2025 bertempat di Ruang Da’wah Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Asaatidz Madrasah Madinah Qur’an sekaligus yag menjadi peserta kegiatan. Acara dimulai pukul 08.00 WIB yang resmi dibuka oleh MC dan disusul dengan sambutan oleh Mudir Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an, Ustadz Ahmad Luthfil Halim S.pd Al-Hafizh, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Tak lupa Ustadz Halim menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri yang sudah bersedia menghadiri acara ini dan memohon maaf atas segala kekurangan. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh pemateri pertama yaitu Ustadz Saefulloh S.Sos dengan judul “IHT (In House Training) Kurikulum”. Ustadz Saefulloh menjelaskan secara detail terkait apa saja yang harus dipersiapkan Wakil Kepala bidang Kurikulum dalam mempersiapkan Kurikulum Madrasah. Mempelajari Keputusan Menteri Agama terkait Kurikulum Madrasah, Capaian Pembelajaran, Kalender Akademik ,dll , merupakan seperangkat hal yang harus dipersiapakan oleh Wakil Kepala bidang Kurikulum. Sesi pertama ini berlangsung sampai jam 11.30 WIB. Qur’an dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum yang akan digunakan di Madrasah Madinah Qur’an. Sesi kedua kegiatan ini dimulai pukul 02.00 WIB dengan pemateri yaitu Ustadz Suryadi M.pd Al-Hafizh dengan tema “Manajemen Tahfizh”. Diawali dengan bagaiaman pentingnya Sistem dalam sebuah Pendidikan, Kualitas guru yang kompeten , hingga bagaimana menjadikan nilai Manajemen sebagai sarana da’wah yang nyata dalam sebuah kehidupan bagi pengajar. Kegiatan seperti ini dinilai sangat bermanfaat dan juga menjadi upaya untuk meningkatkan pemahaman Peserta Workshop untuk mengembangkan, mengimplementasikan dan berinovasi memajukan Madrasah Madinah Qur’an.
18 August 2025
Sukabumi, 18 Agustus 2025, Madinah Qur’an Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi dan kreativitas Santri melalui ajang tahunan bergengsi PERSMAQU (Perlombaan Santri Madinah Qur’an). Acara ini menjadi wadah positif bagi para santri untuk menggali potensi diri, menumbuhkan semangat berkompetisi, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan ukhuwah Islamiyah. Dengan mengusung tema “Kreatifitas Tanpa Batas”, PERSMAQU mengajak generasi muda untuk berani menampilkan bakat terbaiknya sekaligus menjadikan keimanan sebagai landasan dalam setiap langkah dan prestasi. Tema ini mencerminkan semangat Madinah Qur’an Sukabumi dalam membentuk insan yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Ustadz Enjang Al Hafizh membuka Grand Opening PERSMAQU dan memberikan motivasi kepada Santri MQ untuk terus berjuang menuntut Ilmu . Dewan Asaatidz Madinah Qur’an Sukabumi berkomitmen untuk menjadikan kompetisi ini lebih inklusif dan terbuka bagi siapa pun yang ingin mengasah kemampuan serta menambah pengalaman berkompetisi di tingkat yang lebih luas. Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi:Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)Lomba KhitobahLomba MasakLomba MCLomba Volley miniLomba Fashion ShowLomba HadrohMelalui berbagai cabang tersebut, santri tidak hanya ditantang untuk menampilkan kemampuan intelektual dan artistik, tetapi juga diuji dalam hal pemahaman nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan keindahan dalam menyampaikan pesan dakwah. Madinah Qur’an Sukabumi berharap bahwa PERSMAQU bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga media pembinaan karakter dan spiritualitas pelajar. Madinah Qur’an Sukabumi ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh dan semangat kebersamaan yang tinggi. PERSMAQU adalah sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam melalui kreativitas dan kompetisi yang sehat. Antusiasme santri dan dukungan penuh dari ustadz dan ustadzah menjadikan PERSMAQU Madinah Qur’an Sukabumi tahun ini semakin meriah dan bermakna. Suasana kompetisi yang penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai keislaman, menjadi ciri khas yang membedakan PERSMAQU dari kompetisi lainnya.
17 August 2025
Sukabumi – Madinah Qur’an Sukabumi menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan Pesantren dengan penuh khidmat. Seluruh civitas akademika, mulai dari Mudir, Sekretaris Mudir dan Dewan Asaatidz hingga para santri turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Upacara dimulai pada pagi hari dengan rangkaian persiapan yang tertata rapi. Pasukan pengibar bendera serta petugas upacara telah berlatih intensif jauh hari sebelumnya, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan tertib. Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung penuh rasa hormat, diiringi nyanyian lagu kebangsaan yang menggema di seluruh lapangan Madinah Qur’an. Suasana upacara semakin khidmat dengan hadirnya peserta yang mengenakan seragam rapi serta menjaga kekhidmatan acara dari awal hingga akhir. Pembacaan teks proklamasi dan mengheningkan cipta dilakukan dengan penuh penghormatan sebagai bentuk refleksi atas jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Suasana upacara semakin khidmat dengan hadirnya peserta yang mengenakan seragam rapi serta menjaga kekhidmatan acara dari awal hingga akhir. Pembacaan teks proklamasi dan mengheningkan cipta dilakukan dengan penuh penghormatan sebagai bentuk refleksi atas jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتـِهِ "Barangsiapa belum merasakan susahnya menuntut ilmu barang sejenak Ia pasti akan merasakan rendahnya kebodohan seumur hidupnya "Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan juga momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan rasa persatuan di kalangan generasi santri. Melalui upacara ini, Madinah Qur’an Sukabumi berupaya menanamkan nilai-nilai luhur perjuangan serta memperkuat karakter kebangsaan pada para siswa, agar mereka senantiasa siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berlandaskan pada semangat kemerdekaan. Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI di Madinah Qur’an Sukabumi ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Indonesia di masa depan. Kehadiran seluruh warga Pesantrem dalam upacara tersebut menjadi bukti nyata komitmen Madinah Qur’an Sukabumi dalam menjaga tradisi peringatan kemerdekaan dan melestarikan nilai-nilai kebangsaan.