22 Oktober 2025
Hari Santri Nasional 2025 kembali menjadi momentum penting bagi Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an dalam memperkuat karakter dan kompetensi para santri. Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan santri dalam sejarah bangsa, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri sesuai tuntutan zaman. Semangat keikhlasan, kedisiplinan, dan keteguhan menjadi nilai utama yang diangkat dalam perayaan tahun ini.
Pada peringatan tahun ini, Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an mengadakan kegiatan khusus berupa pelatihan pidato dan keterampilan public speaking yang biasa disebut “Darsul Khitobah”. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan kemampuan berbicara di depan umum secara percaya diri, tertata, dan beretika. Pembiasaan ini menjadi penting mengingat santri adalah calon pemimpin umat yang diharapkan mampu menyampaikan dakwah serta pesan kebaikan secara efektif.
Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui sesi praktik pidato, pembinaan intonasi, serta simulasi berbicara di hadapan audiens. Para ustadz memberikan bimbingan langsung dengan pendekatan yang komunikatif dan membangun, sehingga santri dapat mengenali potensi diri sekaligus memperbaiki kekurangan. Selain itu, santri diajak untuk menguasai teknik dasar public speaking, seperti pengaturan suara, kontak mata, dan penggunaan bahasa tubuh.
Antusiasme santri terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti Darsul Khitobah. Para santri menunjukkan keberanian untuk tampil, berlatih artikulasi, dan meningkatkan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan meyakinkan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyusun gagasan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 ini diharapkan menjadi tonggak pengembangan kualitas santri Pesantren Tahfizh Madinah Qur’an. Dengan bekal kemampuan public speaking yang baik, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang siap berdakwah, memimpin, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam menyampaikan kebenaran dengan